Tangkelek¹ Panjang Cerita Si Uda²


Tangkelek Panjang, Cerita Si Uda

Hari Kamis, 9 Juni 2022 merupakan hari terakhir Kemal, anak sulungku, mengikuti ujian PAT kelas 3. Sepulangnya dari sekolah si uda, panggilan si Sulung di rumah, pulang dengan sumringah. 
"Hari ini hari terakhir uda, ujian bun. Besok uda ikut lomba, " ujarnya sambil tersenyum lebar. 
"Lomba apa, nak? Tapi ujian hari ini gimana? Bisa jawab soalnya? Jujur ujiannya?" tanyaku ke si sulung. 
"Ujian, hmmm Pkn uda dapat 100, kalau SBDP uda salah 2 kata ustadzah," sahutnya. 
"Oh, ya besok itu uda lomba tangkelek panjang. Bunda tau seperti apa lombanya tu, nda? Ayolah nda kasih tau, uda pengen menang, biar bunda dan ustadzah bangga, ayolah jelaskan...uda mohon," sambil menyatukan dua tangannya layaknya memohon kepada penguasa kwkwkw. 
"Tangkelek panjang itu, sendal dari kayu atau sering disebut orang bakiak dalam bahasa Indonesia, biasanya dipakai oleh satu orang, sekarang dipakai oleh 3 orang. Ini lomba berkelompok. Kekompakan dan kerjasama harus jadi modal utama dalam lomba ini," jelasku yang didengar seksama oleh Kemal. 
"Keren dong bun... Uda mau menang besok, doakan ya... " jawabnya dengan yakin. 
"Dalam perlombaan menang kalah itu bukan tujuan nak, yang penting kita berpartisipasi dan sportif ketika bermain. Jika menang itu bonus bagi kita, pun jika kalah itu juga pelajaran bagi kita."
"Wah.... Gak sabar uda nunggu besok... " sambil lompat-lompat kegirangan. 
***
Hari yang ditunggu- tunggupun tiba.
Pagi Jumat, seperti biasa Kemal bangun subuh, shalat, sarapan, mandi, dan bersiap- siap berangkat sekolah. 
"Assalamu'alaikum, dadah bun... Uda sekolah dulu ya... " pamit si uda. 
"Wa'alaikumussalam, selamat berlomba, ingat kerjasama.... 
" Kompak dan sportif kan bun...., potong si kemal. 
***
Sepulang sekolah Kemal berlari-lari turun dari bus, sampai depan rumah lansung ngetuk-ngetuk pintu. 
"Assalamu'alaikum, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam, iya sebentar," ku berlari kecil dari dapur. 
"Bun, uda.. Gak menang, uda hanya sampai final. Di Final kalah." jelasnya sambil memasang wajah sedikit sedih. 
"Wah, hebat anak bunda, itu menang namanya. Kalau kita udah masuk final udah juara itu. Ingat tadi pagi bunda bilang apa? Kalau lomba itu ada dua kemungkinan bisa menang dan bisa kalah yang pentiiiing.... 
"Partisipasi, kerjasama, kompak, dan sportif kan bun...?" mulai mengembangkan senyumnya. 

¹ Bakiak
² Panggilan anak laki2 tertua di Minangkabau

Komentar

  1. Mantap Bun...dengan lomba tangkelek panjang bisa menanamkan sifat kerjasama, kekompakan, setia kawan dan lainnya kepada si Uda.

    BalasHapus
  2. wahh cerita bunda terasa sangat hidup.. pengen belajar dari bunda nih...

    BalasHapus
  3. wahh cerita bunda ini terasa hidup.. pengen belajar dari bunda nih....bagus bundaa ku di tunggu kelanjutannya ya bund..

    BalasHapus
  4. Waw, cerita yg inspiratif dan informatif bun

    BalasHapus
  5. Keren uni mis,,,inspiratif sekali uni,,,semangat uni

    BalasHapus
  6. Keren uni,,sangat menginspirasi kami,,,top

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer